Indonesia
Indonesia
TOP
Artikel
Apakah Kalian Tahu Kalau Payung Kertas Jepang Tahan Hujan?
2018-05-18

Apakah Kalian Tahu Kalau Payung Kertas Jepang Tahan Hujan?

Payung kertas Jepang telah menjadi objek para fotografer dan artis di dunia ini untuk beberapa abad. Album tentang Jepang tidak akan lengkap tanpa sebuah foto yang memamerkan keindahan wagasa (payung kertas jepang) yang luar biasa.
Payung Jepang pertama kali ditemukan di periode Heian (794-1185), dan setiap daerah memiliki jenis Wagasa yang berbeda, walaupun struktur dan material dasar mereka sama semua. Kebanyakan Wagasa terbuat dari bambu dan kertas. Payung Kanazawa sangatlah unik dan jauh lebih kuat dibandingkan dengan payung Kyodo dan Edo (Tokyo kuno), karena tingginya jumlah curah hujan di Kanazawa.

Apa Yang Membuat Wagasa Istimewa?

Kesabaran dan usaha untuk membuat payung yang sempurna dapat kalian lihat dari hasil desain dan detil Wagasa yang rumit. Proses pembuatan Wagasa adalah sebuah seni tradisional Jepang yang sempurna dan luar biasa. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat sebuah payung adalah 3 bulan, mulai dari mempersiapkan rangkai hingga tongkat bambu, yang semuanya adalah buatan tangan.
Washi, yang merupakan kertas buatan tangan tradisional Jepang, didatangkan langsung dari prefektur Toyama atau Gifu, dan kertas ini biasanya digunakan untuk membuat payung Kanazawa. Semakin kuat kertasnya, semakin mahal harga payungnya. Sebelum menempel washi (kertas buatan tangan) ke rangkai payung, pengrajin mengoleskan cat dan minyak untuk mengetes kekuatan kertas tersebut.
Setelah washi ditempel ke rangkai payung menggunakan lem yang terbuat dari tepung tapioka, cat dioleskan ke washi, dan kertas tersebut dilapisi dengan minyak supaya tahan air. Ini adalah alasan utama mengapa payung kertas Jepang bisa tahan akan air, salju, dan sinar matahari.
Menurut Matsuda-san, pemilik Matsuda Kasa di Kanazawa, desain payung tidak mempengaruhi biaya pembuata payung, tetapi bahan material payung mempengaruhi biaya pembuatan payung.

Struktur

Payung di foto ini memiliki 44 oya hone (rangkai utama payung).
Sho hone (rangkai pembantu) dicat dengan warna merah dan memiliki cabang kecil yang terhubung dengan rangkai utama. Apakah kalian bisa bayangkan seberapa banyak ketelitian dan kesabaran yang diperlukan untuk membuat rangkai payung ini?
Tali Kagari (tali dekorasi) hadir dalam berbagai jenis warna, dan kontras warna tali ini dengan warna payunng menambahkan nuansa elegan ke tubuh payung.
Payung di atas memilike benang berwarna kuning, semua benang dijalin supaya payung bisa terbuka secara benar.

Semua Bagian Payung Memiliki Nama & Fungsi

Bagian rangkai yang menonjol diwarnai dengan cat disebut sebagai Nokizome.
Temoto rokuro adalah tempat dimana rangkai bawah payung bertemu dengan gagang payung, dan proses pembuatan bagian ini sangatlah sulit.
Zukami adalah sebuah kertas yang menyelubungi bagian atama rokuro (bagian ujung dimana rangkai bertemu).
Payung ini terlihat seperti sebuah bunga ketika ditutup.
Kita bisa memperkirakan biaya pembuatan payung Jepang dengan mempertimbangkan semua karakteristiknya yang unik. Harga payung kertas Jepang berkisar mulai dari 10,000 Yen, sampai dengan 100,000 Yen! Apabila kalian pernah melihat Wagasa di dalam taman Jepang, jangan lupa untuk melihatnya dari jarak dekat dan perhatikan detilnya yang luar biasa dan elegan! Download aplikasi kami dan dapatkan diskon di toko terpopuler di Jepang! iOS Android